Newest Post

DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI GAME TERHADAP EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL

| Selasa, 01 Juli 2014
Baca selengkapnya >>



        Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin modern, maka kini semakin banyak pula permainan-permainan yang sangat canggih dan didukung dengan teknologi tinggi, dan  biasanya permainan-permainan ini ditujukan bagi anak-anak. Maka tak heran jika anak-anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional yang ada di Negara kita yang kaya akan seni dan budayanya. Berbeda ketika beberapa tahun atau beberapa puluh tahun yang lalu, ketika kita masih kecil mungkin kita lebih mengenal permainan-permainan tradisional seperti enggrang, bakiak, congklak, kelereng, engklek, dan lain-lain.

           Permasalahannya adalah, bukan kita tidak ingin menerima kemajuan teknologi yang terjadi saat ini. Namun perlu kita menyadari bahwa, kemajuan teknologi tidak seluruhnya membawa dampak positif bagi kita  namun juga membawa dampak negatif yang tanpa kita sadari, hal ini tentu cukup mengkhawatirkan bagi kita, terutama bagi anak-anak yang sedang mengalami fase perkembangan.

           Saat ini berbagai macam permainan modern telah mudah kita dapatkan, baik secara online ataupun offline dan sangat mudah untuk diakses oleh anak-anak, dan tidak sedikit orang tua yang membiarkannya bahkan ada pula orang tua yang menfasilitasi di rumah, dengan alasan sebagai hiburan anak ketika anak-anak berada di rumah. Selain disediakan di rumah, banyak juga orang-orang yang membuka usaha game seperti playstation, game online, dan lain-lain.

      Apabila hal ini berjalan tanpa adanya pengawasan dari orang tua tentu cukup berbahaya bagi perkembangan anak. Karena dengan permainan-permainan modern secara tidak sadar kita menjerumuskan anak ke hal yang bisa berdampak negatif. Seperti misalnya anak sulit untuk bersosialiasi, karena anak hanya selalu beriteraksi dengan permainan modern, dimana permainan-permainan modern saat ini biasanya hanya dilakukan sendiri tanpa adanya interaksi dengan orang lain. Selain itu pula anak akan menjadi pasif dalam kehidupan nyata, ketika anak-anak yang sudah kecanduan tehadap game maka cendrung anak akan pasif dalam kehidupan nyata, lebih memilih berdiam diri di rumah sambil bermain game, dibandingkan bermain dengan teman-temannya.

          Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlunya kita untuk melestarikan kembali permaian-permaian tradisional, yang hampir ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini, terutama bagi anak-anak. Indonesia sebagai Negara yang kaya akan warisan budaya dari bebagai penjuru daerah, ini adalah merupakan potensi lokal yang patut kita lestarikan, dan salah satunya adalah permainan tradisional. Biasanya setiap daerah memiliki permaian-permainan tradasional masing-masing. Jika kita bandingkan permaian modern dengan permainan tradisional, tentunya akan lebih banyak manfaatnya permainan tradisional dibandingkan dengan permainan modern.

Beberapa manfaat permaian tradisional :
  • Melatih interaksi sosial anak, dengan melalui permainan tradisional anak akan belajar berinteraksi sosial dengan teman-temannya, hal ini tentunya sangat baik bagi perkembangan anak.
  • Melatih anak untuk belajar kerjasama, dengan melalu permainan tradisional juga bisa memberikan anak untuk belajar kerjasama dengan teman-temannya.
  • Melatih anak untuk menjadi kreatif, permainan tradisional adalah permaina yang tidak memiliki peraturan secara tertulis, dan biasanya peraturan permainan akan disepakati oleh semua anggota, sehingga dalam hal ini tentu perlu kreatifitas anak untuk melakukan permainan agar menjadi menarik.
  • Melatih emosi anak, hampir setiap permainan tradisional dilakukan secara kelompok, sehingga dalam hal ini dapat membangun emosi anak timbul toleransi, empati terhadap orang lain, sikap sportif, dll
PELESTARIAN PERMAINAN TRADISIOANAL


Indonesia adalah merupakan Negara yang kaya akan warisan budaya, sehingga banyak permainan-permainan tradisional dari berbagai penjuru daerah, seperti enggrang, engklek, kelereng, layang-layang, bakiak, congklak, benteng, gobak sodor, dan masih banyak lagi. Dari berbagai permaianan tersebut,  perlu kita lestarikan dan perkenalkan kembali kepada anak-anak, agar tidak ditinggalkan. Karena dengan melestarikan permainan-permainan tradisional juga akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, terutama wisatawan asing manca negara.

Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk melestarikan permainan tradisional adalah :
  • Dengan cara memperkenalkannya kembali kepada anak, melalui kegiatan-kegiatan lomba baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal. 
  • Membangun komunitas, kita bisa membangun komunitas di lingkungan masyarakat, saat ini juga beberapa komunitas yang sudah melakukan hal ini untuk turut melestarikan permainan tradisional.
  • Mengadakan workshop permainan tradisional. 
  • Dan masih banyak cara lain yang lebih menarik, yang dapat Sahabat Blogger lakukan untuk tetap melestarikan kembali permainan tradisional, dan salah satunya juga melalui ngeblog, dengan membuat tulisan-tulisan yang berkaitan dengan permainan tradisional.





Sumber: 
http://www.umm.ac.id/id/seni-dan-budaya/28-budaya/umm-2411-pentingnya-melestarikan-kembali-permainan-tradisional.html


DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI GAME TERHADAP EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Selasa, 01 Juli 2014
With 0komentar

GAME ONIMUSHA

| Sabtu, 14 Juni 2014
Baca selengkapnya >>

Game Onimusha adalah sebuah franchise dari CAPCOM yang meraih kesuksesan sejak pertama kali muncul di PlayStation 2. Dengan cerita mengenai karakter utama yang membasmi para demon di masa jepang dulu. Game Action Adventure ini sangatlah berkembang dari seri pertama sampai dengan seri ke 4 dan mendapatkan angka penjualan yang cukup tinggi pada masanya dahulu.



Memulai debut pada tahun 2001 dengan judul Onimusha : Warlords,  artis papan atas Takeshi Kaneshiro yang berperan sebagai tokoh utama Onimusha Sammanosuke Akechi sukses mendapat perhatian dari para gamers pecinta genre adventure dan berhasil mendapat angka penjualan yang baik. Dilanjutkan pada seri kedua yaitu berjudul Onimusha 2 : Samurai Destiny, seri ini adalah seri yang paling meledak dalam sejarah Onimusha. Jubei Yagyu yang diperankan oleh artis jaman dahulu yaitu Yusaku Matsuda ternyata mendapat antusiame yang sangat tinggi.


Selain itu graphic yang sangat detail, jalan cerita yang panjang, weapon dan upgrade yang sangat banyak, fitur tukar menukar barang dipasar membuat game ini langka dan menjadi game nomor 1 di Playstation 2 dulu.Onimusha 2 sangatlah asik ketika dimainkan. Boss yang begitu banyak dan area yang bervariatif, sudah begitu ada stage tambahan bernama realm dimana kalian bisa mendapatkan senjata yang sakti sebagai hadiah ketika menyelesaikan realm yang sangat sulit tersebut.


Seiring dengan kesuksesannya, Capcom membuat lagi seri ketiga dari Onimusha yaitu dengan judul Onimusha 3 : Demon Siege. Kali ini Capcom kembali mengadakan karakter Sammanosuke Akechi dan karakter utama baru bernama Jacques Blanc. Masih sama dengan seri sebelumnya, Sammanosuke diperankan oleh artis jepang papan atas Takeshi Kaneshiro. Kali ini gamers Takeshi ditemani oleh artis papan atas dari prancis bernama Jean Reno. Banyak fitur baru yang ada di Onimusha 3 ini. Diantaranya adalah fitur Co-op. Dimana dalam fitur ini kita dapat berganti karakter (switch antara karakter lain untuk menyelesaikan tantangan tertentu).


Fitur lain diantaranya adalah kita dapat menabung orb ungu (Onimusha Orb) dan menyimpannya untuk berubah ketika nanti kita melawan boss. Selain itu fitur baru bernama Virtual Training dimana kalian akan mendapat hadiah setelah menyelesaikan training. Fitur baru lagi bernama Ako (peri kecil). AI ini nantinya akan membantu kita untuk mengambil item yang jatuh, item yang tidak terjangkau dll.

Setelah itu Capcom kembali meluncurkan seri baru dari Onimusha yaitu Onimusha : Dawn of Dreams. Pada seri terbaru ini semua karakter yang muncul sangat baru dan asing. Fitur Co-op yang memang semakin kental di game ini memang terlihat sangat bagus. Banyaknya karakter yang muncul pada seri ini membuat fitur Co-op semakin ramai dan beragam. Tapi banyak sekali fitur pada Onimusha sebelumnya hilang disini. Salah satunya adalah fitur berubah Oni.


Memang pada seri terakhir ini Onimusha mengalami kemunduran yang sangat hebat. Banyak gamers yang kecewa dengan gameplay game tersebut sehingga game ini tidaklah menjadi populer lagi. Capcom yang menyadari hal tersebut sepertinya sudah tidak berminat untuk meneruskan game ini lagi. Onimusha Dawn of Dreams sendiri dirilis pada tahun 2006. Sudah 6 tahun ya game ini menghilang dan tidak ada kabar akan diteruskan lagi. Padahal kita sangat menginginkan seri ini keluar dengan berbagai tampilan yang baru dan fitur baru.

GAMEPLAY

Meskipun pemain utama berubah-ubah dalam setiap judul Onimusha, dia selalu seorang pendekar pedang hebat yang memulai sebuah set misi yang melibatkan demon pembunuh dan musuh menakutkan selama tahun-tahun memudarnya periode Sengoku dari feodal Jepang. Dalam setiap permainan, pemain utama memiliki kemampuan untuk menyerap jiwa Genma dari musuh yang dikalahkan, yang membantu untuk memulihkan kesehatan, menanamkan kekuatan weapons dan armor, dan memberikan kekuatan untuk serangan dasar dari special weapons. Pemain mengontrol karakter mereka menggunakan D-pad (meskipun game selanjutnya seperti Onimusha 3: Demon Siege dan Onimusha: Dawn of Dreams memperkenalkan kontrol stick analog) dan perjalanan dalam metode yang cukup linier, mampu memutar perlahan-lahan dengan input dari lawan arah. Karakter cenderung bergerak lambat dan hanya bisa sedikit meningkatkan kecepatan mereka dengan manuver dasbor dengan menekan dua kali ke segala arah. Perintah umum untuk banyak game action-oriented, seperti melompat, menyambar, dan memanjat rintangan, tidak dapat dilakukan di game Onimusha.

Onimusha sangat berorientasi aksi dengan penekanan pada pertempuran, dan menggunakan beberapa unsur menakutkan. Pemain memiliki gudang persenjataan, mulai dari katana sampai unsur berbasis broadswords. Pemain memiliki pasokan yang terbatas dari energi spiritual yang dapat digunakan untuk serangan magic. Ini serangan magical, yang bervariasi tergantung pada weapons yang digunakan dan atribut ofensif lainnya, dapat ditingkatkan di seluruh permainan dengan mengumpulkan souls dari musuh yang sudah dikalahkan.

Kekurangan:
  • Sistem control onimusha 1 dan onimusha 2 masih menggunakan D-pad (tidak dapat menggunakan kontrol stick analog).
  • Karakter cenderung bergerak lambat dan hanya bisa sedikit meningkatkan kecepatan mereka dengan manuver dasbor.
  • Perintah umum untuk banyak game action-oriented, seperti melompat, menyambar, dan memanjat rintangan, tidak dapat dilakukan di game Onimusha.
Kelebihan:
  • Grafik tampilan sangat bagus dan detail.
  • Jalan cerita yang panjang, seru dan menarik
  • Terdapat fitur tukar menukar barang, dan terdapat banyak weapons yang dapat di-upgrade.


Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Onimusha
http://www.indogamers.com/read/26/09/2012/5538/lebih_dekat_mengenal_onimusha_series__game_legendaris_yang_telah_hilang/

GAME ONIMUSHA

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Sabtu, 14 Juni 2014
With 0komentar

KATEGORI RATING GAME BERDASARKAN SISTEM RATING ESRB

| Rabu, 07 Mei 2014
Baca selengkapnya >>

ESRB (Entertainment Software Rating Board) merupakan sistem rating independen yang didirikan pada bulan September 1994 oleh IDSA (Interactive Digital Software Association) Amerika Serikat. Lembaga yang dibentuk oleh asosiasi perdagangan ini, tugasnya mengamati industri software entertainment interaktif.


ESRB memberikan peringkat pada sebuah game yang berdasarkan konten dan kategori yang telah mereka buat. Tujuannya tidak lain adalah untuk membantu para penikmat atau konsumen dalam menentukan konten permainan yang sesuai dengan usia konsumen itu sendiri.

Berikut adalah beberapa simbol kategori yang ada di dalam ESRB :

1. Early Childhood (eC)


EC atau Early Childhood merupakan rating game yang ditujukan untuk anak usia 3 tahun keatas. Konten yang ada didalamnya benar benar aman untuk anak-anak dan biasanya lebih bersifat mendidik.

Content Descriptor: Endutainment



Contoh game :  Care Bears: Care Quest


Game Care Bears ini termasuk kategor Early Childhood, karena sangat cocok dimainkan oleh anak-anak. Di sini tidak mengandung konten yang negatif untuk anak. Dalam permainan ini pemain menggunakan karakter beruang yang lucu dimana akan diberikan sebuah misi kepedulian khusus yang unik. Game ini memberikan tutorial grafis yang memudahkan anak-anak untuk belajar memainkan game ini.

2. Everyone (E)

Rating ini cocok untuk siapapun mulai usia 6 tahun ke atas. Pada game dengan rating ini, biasanya mengandung unsur kekerasan ringan, kartun, fantasi dan bahasa kasar yang ringan. Banyak game olahraga masuk dalam kategori ini seperti PES, NFL dan masih banyak lagi.  


Content Descriptor: Alcohol Reference, Comic Mischief, Mild Language.


Contoh game: NBA 2K13

Game NBA 2K13 ini termasuk kategori EVERYONE, karena merupakan game basket simulasi yang cocok dimainkan oleh siapapun dan semua umur. Pada game ini hanya melakukan permainan basket seperti pada dunia nyata. Konten dalam game ini tidak mengandung unsur dewasa. Game ini juga berjenis sport yang disukai oleh semua kalangan.

3. Everyone 10+ (E10+)

Rating ini cocok untuk siapapun dengan usia minimal 10 tahun. Game dengan rating ini memiliki unsur yang lebih berat dari rating Everyone tetapi masih dalam taraf yang tidak terlalu berat. Salah satu contoh gamenya antara lain Ratchet & Clank, NHL 10, dan masih banyak lagi.

Content Descriptor: Animated Blood, Cartoon Violence, Suggestive Themes, Use of Alcohol and Tobacco

Contoh game: NHL 10

Game NHL 10 ini termasuk kategori Everyone 10+ , karena game ini terdapat konten yang tidak pantas untuk anak usia kurang dari 10 tahun. Pada game ini melakukan permainan Ice Hockey. Jenis olahraga ini cukup keras dimana bisa terjadi saling tubruk antar pemain, dan terkadang bisa terjadi sedikit perkelahian.

4. Teen (T)

Rating ini cocok untuk remaja mulai usia 13 tahun ke atas. Gamenya biasanya memiliki unsur kekerasan, tema yang sugestif, humor-humor kasar, kemunculan darah ringan, dan bahasa kasar tetapi tidak terlalu sering. Tema pun mulai ada yang mengarah ke percintaan dan perjuangan dengan kekerasan.  Rata-rata RPG serta action games berada pada kategori ini.

Content Descriptor: Crude Humor, Sexual Themes, Violence

Contoh game: FINAL FANTASY XIII


Game FINAL FANTASY XIII termasuk ke dalam kategori Teen, karena pada game ini kontennya cocok untuk remaja usia 13 tahun ke atas dan tidak cocok untuk usia dibawah 13 tahun. Dalam game ini banyak berunsurkan kekerasan, seperti adegan sebuah "space ship" yang menembaki manusia dengan brutal, adegan perang antara robot dan manusia, serta sebuah "slow motion gunfight" yang memperlihatkan kepala sebuah robot yang dihancurkan. Tidak hanya itu, di sini juga memperlihatkan karakter wanita yang berpakaian cukup minim, seperti bikini dan lainnya, di sepanjang permainan. Bahkan pada saat adegan karakter wanita tersebut mengendarai "flying motorocycle" diperlihatkan beberapa bagian tubuhnya yang sedikit terbuka. Dan pada saat karakter wanita tersebut melakukan "transform" diperlihatkan dengan sekejap tubuh karakter tersebut yang tidak menggunakan apa-apa, walaupun tidak diperlihatkan dengan jelas.

5. Mature (M)

Rating ini cocok untuk pemain mulai usia 17 tahun ke atas. Game dengan rating ini memiliki unsur kekerasan, darah, bahasa kasar, tema yang cukup kompleks, dan eksploitasi seksual ringan. 

Content Descriptor: Blood, Crude Humor, Strong Language, Suggestive Themes, Violence.


Contoh game : Devil May Cry 5


Game Devil May Cry 5 ini termasuk ke dalam kategori rating Mature 17+, karena di sini terdapat konten dengan unsur-unsur yang lebih berat dari rating Teen. Dalam game ini mengandung sedikit unsur seksual, serta banyak unsur kekerasan. Di sini menceritakan seorang pemuda bernama Dante (tokoh yang dimainkan). Dante sendiri adalah pemuda dengan penampilan acak – acakan, pengkonsumsi obat – obatan terlarang serta suka tidur dengan wanita. Selama ini Dante hanya hidup santai dan penuh kesenangan, namun kehidupan Dante berubah setelah iblis berhasil menculiknya ke kota Limbo city. Dikota tersebut dia harus bertempur dengan iblis – iblis jahat. Dalam peperangan melawan iblis digunakan senjata pedang dan pistol dimana pemain dapat menebas dan menembak para iblis secara sadis yang akan menampilkan darah keluar.  

6. Adult Only (Ao)

Rating ini hanya cocok untuk orang dewasa mulai usia 18 tahun ke atas, bahkan di beberapa negara harus 21 tahun ke atas. Memiliki unsur kekerasan, darah, bahasa kasar, tema yang kompleks, dan pornografi. Game Singles dan banyak game senada lainnya termasuk contoh game pada rating A0 dengan tema seksual yang cukup berat.



Content Descriptor: Blood and Gore, Intense Violence, Nudity, Strong Language, Strong Sexual Content, Use of Drugs.

Contoh game: Manhunt 2

Game Manhunt 2 ini temasuk ke dalam kategori raitng Adult Only, karen di dalamnya mengandung unsur kesadisan yang cukup kental yang hanya boleh dimainkan oleh orang dewasa. Pada game ini gaya bermainnya terdiri dari campuran tindakan, diam-diam dan elemen kengerian psikologis dan telah memperoleh kontroversi untuk konten dewasa yang ekstrim dan kekerasan. Seri berfokus di sekitar dua tokoh yang berbeda yang mencoba untuk melarikan diri dari beberapa situasi yang berbahaya, walaupun motivasi mereka untuk melakukan hal tersebut berbeda-beda di setiap permainan. dalam setiap permainan ada karakter antagonis yang telah mengkhianati mereka dan bertanggung jawab atas menimbulkan masalah bagi mereka.

7. Rating Pending (RP)

Penundaan rating karena memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Rating ini biasanya dipakai untuk game yang masih dimunculkan dalam trailer atau iklan, jadi belum rilis seratus persen gamenya.







contoh game: Kill Zone 3








CONTENT DESCRIPTOR PADA SISTEM RATING ESRB

Setelah kita tahu simbol-simbol rating dari ESRB, tentunya kita perlu tahu deskripsi isi game apa saja yang sering muncul mengiringi simbol tersebut. Berikut ini daftar content Descriptor yang ada pada ESRB.

  • Alcohol Reference – Munculnya minuman tidak beralkohol dalam game (E, E10+, T)
  • Animated Blood – Warna darah yang berbeda (E10+, T)
  • Blood – Munculnya darah (T, M)
  • Blood and Gore – Mutilasi dan potongan tubuh (M, Ao)
  • Cartoon Violence – Kekerasan kartun (E, E10+, T)
  • Comic Mischief – Dialog yang seperti di komik (E, E10+, T)
  • Crude Humor – Humor yang “agak menjurus” (E10+, T, M)
  • Drug Reference – Referensi obat-obatan terlarang dalam game (M, Ao)
  • Edutainment – Unsur pendidikan yang terdapat dalam game (Ec, E, E10+)
  • Fantasy Violence – kekerasan fantasi, misalnya antara manusia melawan monster atau alien (E, E10+, T)
  • Gambling – Perjudian, pertaruhan (M, Ao)
  • Intense Violence – Gambar kekerasan dan darah yang realistis dan terus-menerus (M, Ao)
  • Mature Humor – Humor yang “lebih menjurus” (M, Ao)
  • Mild Language – Bahasa kasar ringan (E10+, T, M)
  • Mild Lyrics – Lirik musik mengandung kata-kata kasar yang ringan (E10+, T, M)
  • Mild Violence – Kekerasan ringan (E, E10+, T)
  • Nudity – Gambar ketelanjangan (M, Ao)
  • Partial Nudity – Gambar ketelanjangan sebagian (T, M, Ao)
  • Real Gambling – Perjudian atau pertaruhan yang nyata, biasanya dengan uang asli secara online (Ao)
  • Sexual Themes – Tema seksual yang mendalam, mengarah ke pornografi (M, Ao)
  • Sexual Violence – Adanya pemerkosaan atau kekerasan seksual (Ao)
  • Simulated Gambling – Perjudian secara simulasi dengan uang mainan (T, M, Ao)
  • Some Adult Assistance May Be Needed – Perlu bimbingan orang tua (Ec, E)
  • Strong Language – Bahasa kasar berat (M, Ao)
  • Strong Lyrics – Lirik yang mengandung bahasa kasar (M, Ao)
  • Strong Sexual Content – Pornografi secara terang-terangan (Ao)
  • Suggestive Themes – Tema yang memprovokasi pemain secara ringan (T, M, Ao)
  • Tobacco Reference – Terdapat gambar tembakau atau rokok dalam game (T, M, Ao)
  • Use of Drugs – Penggunaan obat-obatan terlarang dalam game (M, Ao)
  • Use of Alcohol – Penggunaan alkohol dalam game (M, Ao)
  • Use of Tobacco – Konsumsi produk tembakau dalam game (T, M, Ao)
  • Violence – Kekerasan (E10+, T, M, Ao)



Sumber:
http://www.duniaku.net/2013/07/26/kuliah-om-jas-apa-itu-rating-game/
http://www.factmonster.com/science/computers/video-game-rating-system.html
http://www.gamexeon.com/forum/console-news/65003-final-fantasy-xiii-teen-fantasy.html



KATEGORI RATING GAME BERDASARKAN SISTEM RATING ESRB

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Rabu, 07 Mei 2014
With 0komentar

ABOUT FLAPPY BIRD

| Minggu, 30 Maret 2014
Baca selengkapnya >>

Flappy Bird telah menjadi fenomena global. Tanpa melakukan promosi,game ini meraih sukses besar hanya dengan menawarkan sebuah permainan yang memang sulit untuk dimainkan sehingga membuat pengguna frustrasi, tetapi sederhana dari sisi visual dan tanpa desain level.

Flappy Bird dibuat oleh Dong Nguyen, pemuda 29 tahun yang tinggal di Hanoi, Vietnam. Ia sebelumnya telah membuat sejumlah game di iOS dan game flash lainnya, di bawah nama Gears Studios, yang bukanlah nama sebuah perusahaan, melainkan hanya Nguyen seorang.

Tak banyak yang tahu kapan Flappy Bird "dilahirkan"? Kapan unduhan game ini mulai meningkat? Kenapa ia mendadak populer secara alami? Berapa uang yang dihasilkan dariFlappy Bird? Mengapa pula game ini akhirnya "dimatikan".

Situs teknologi Mashable melacak sejarah "kelahiran" hingga "kematian" Flappy Bird dari akun Twitter milik Nguyen. Data tentang Flappy Bird juga didapatkan dari Topsy, hingga perusahaan analisis aplikasi Distimo dan App Annie. Berikut kisahnya.

Kelahiran

Asal-usul Flappy Bird mulai terlihat pada 6 November 2012. Saat itu, Nguyen membagikan gambar di Twitter tentang game yang sedang ia kerjakan.
Karakter burung di sebelah kiri gambar menjadi cikal-bakal karakter utama Flappy Bird

Jika melihat sisi kiri gambar di atas, Anda akan melihat burung yang kemudian jadi karakter utama Flappy Bird. Namun, kala itu Nguyen tidak menyebut judul game yang sedang digarap.

Kemudian pada 29 April 2013, Nguyen kembali membagikan gambar dari sebuah gameyang dibuatnya dengan judul "Flap Flap" untuk platform Apple iOS. "Game baru yang sederhana, Flap Flap," tulis Nguyen di akun Twitter-nya.
Flappy Bird mulanya bernama Flap Flap

Flap Flap mengadopsi gaya visual permainan Nintendo. Ia mengaku menyelesaikan gameini hanya dua hari.

Sebulan berlalu. Ternyata, nama aplikasi Flap Flap sudah ada di toko aplikasi Apple, App Store. Nguyen mengganti nama game itu menjadi Flappy Bird pada 24 Mei 2013.

Pada saat itu juga ia berkicau tentang skor tertinggi yang diraihnya pada Flappy Bird, yaitu 44, sambil memberi tautan untuk mengunduh aplikasi tersebut.

Dalam rentang 25 Mei hingga 31 Oktober 2013, Flappy Bird hanya mendapat 13 ulasan dari pengguna. Kebanyakan ulasan ini bisa disebut ditulis seadanya. Pendek kata, pengguna tidak meluangkan waktu besar untuk menulis ulasan Flappy Bird dengan sepenuh hati.

Pada masa tersebut, Nguyen terlihat tidak aktif di Twitter.

Nguyen memperbarui Flappy Bird pada September 2013. Namun, game ini masih mengalami beberapa bug.

Flappy Bird masih "biasa-biasa saja" dalam waktu enam pekan. Lalu, sesuatu yang mengejutkan mulai terjadi. Menurut data analisis aplikasi App Annie, Flappy Bird masuk urutan ke-1.469 dari kategori aplikasi "Keluarga" pada 29 Oktober 2013, yang berarti itu adalah game keluarga paling populer di App Store di urutan ke-1.469 untuk kawasan Amerika Serikat (AS).

Kali pertama muncul di Twitter dari pengguna Flappy Bird

Beberapa hari kemudian, nama Flappy Bird muncul kali pertama di Twitter dari seorang pengguna, selain Nguyen.

Pengguna bernama Alexiss dengan akun @alexisbaskervil melontarkan kicauan pada 4 November 2013, yang menggambarkan kekesalannya bermain Flappy Bird.

Pada 14 November, urutan Flappy Bird naik menjadi ke-1.368 di App Store kawasan AS, menurut data App Annie. Setelah itu, game ini terus naik ke peringkat ke-393 dalam kategori keluarga.

Permainan mulai mendapatkan traksi. Jumlah ulasan juga meningkat. Flappy Bird berhasil mendapatkan 20 ulasan pada bulan November. Banyak dari mereka yang menyatakan hubungan cinta dan benci dengan Flappy Bird.

"Saya memiliki hubungan cinta/benci dengan permainan ini, dan sangat adiktif. Ini adalah permainan besar. Saya tidak bisa melewati 15," tulis seorang pengguna dengan subyek ulasan "Love/hate/live."

Meningkat

Pada 3 Desember 2013, Flappy Bird berhasil masuk ke urutan ke-74 di kategori keluarga dan urutan ke-395 dalam kategori game di App Store kawasan AS.

Nguyen kembali memakai Twitter pada 11 Desember. Dia membalas mention pengguna yang menginginkan Flappy Bird hadir untuk platform Android.

Flappy Bird terus meningkat, naik ke urutan ke-259 untuk kategori aplikasi gratis di AS, urutan ke-80 untuk kategori game di AS, dan peringkat ke-14 untuk kategori keluarga.

Pengguna Twitter mulai melontarkan kicauan tentang Flappy Bird, membuat gambar olahan (meme) bernuansa lucu yang menggambarkan emosi atau kefrustrasian mereka memainkanFlappy Bird. Nguyen melakukan retweet beberapa gambar.

Ulasan tentang Flappy Bird di App Store meningkat, bisa mencapai 20 ulasan per hari. Ada pengguna yang memberi peringkat satu bintang hingga lima bintang. Kebanyakan dari mereka mengatakan pendapat yang lebih kurang menyatakan, "Saya benci permainan ini, tetapi tidak bisa berhenti bermain."

Sukses

Popularitas Flappy Bird terus menanjak pada Januari 2014. Tepatnya 10 Januari 2014,game ini mencapai terobosan baru, berhasil masuk daftar top 10 di App Store kawasan AS.

Bisa masuk dalam daftar top 10 aplikasi di App Store AS adalah hal yang sulit bagi para pengembang. Nguyen menjawab pertanyaan yang kerap dilontarkan kepada dirinya tentang apa yang telah dilakukannya untuk meningkatkan popularitas Flappy Bird, dan dia menjawab, "Tidak melakukan promosi."

Sejak 13 Januari 2014, tingkat pengunduhan Flappy Bird tumbuh 136 persen dari hari ke hari. Menurut perusahaan analisis aplikasi Distimo, Flappy Bird menjadi aplikasi gratis nomor 1 di App Store kawasan AS pada 17 Januari 2014.

Hadir di Android

Setelah sukses di platform iOS, Nguyen mengumumkan bahwa Flappy Bird tersedia di platform Android pada 22 Januari 2014. Hanya dalam waktu sepekan, Flappy Bird menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Google Play Store.

Sejak saat itu, Flappy Bird ramai dibicarakan di media sosial dan media massa. Media besar sekelas Forbes dan Time membuat artikel yang mengulas game ini. Di Twitter, ada sekitar 500.000 pembicaraan tentang Flappy Bird pada 25 Januari 2014, menurut data Topsy.

Pada 1 Februari 2014, Flappy Bird menjadi game gratis nomor satu di App Store di 53 negara. Akun Twitter resmi App Store sampai melontarkan kicauan tentang Flappy Bird.
Kepada blog teknologi TechCrunch, Nguyen mengatakan, "Saya tidak tahu bagaimana permainan saya bisa begitu populer. Sebagian besar pengguna saya adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk mereka yang memainkannya dan berbagi kepada orang lain."

Populer dengan cara alami

Banyak pengembang aplikasi yang mempertanyakan kesuksesan Flappy Bird. Sulit bagi mereka untuk percaya bagaimana mungkin game sesederhana ini bisa merajai tangga peringkat game gratis di toko aplikasi App Store dan Play Store.

Ada yang mengatakan, Nguyen mengeluarkan uang untuk meningkatkan jumlah unduhan, atau menggunakan teknik saling promosi untuk menarik perhatian pengguna.

Ahli pemasaran aplikasi Carter Thimas berspekulasi, keberhasilan Flappy Bird diraih karena sebagian ulasan yang ditinggalkan itu dilakukan oleh botnet.

Sekali lagi, Nguyen mengatakan, ia tidak punya sumber daya untuk melakukan promosi. Yang bisa ia lakukan hanya mengunduh game ini ke toko aplikasi App Store dan Play Store.

Pengguna Flappy Bird tampak menyukai game ini karena alasan psikologis. Ini memanggame yang sederhana, tetapi membuat candu, terlebih lagi dengan adanya persaingan mendapatkan skor tertinggi di lingkungan pengguna.

Seorang bernama Zach Williams sempat menganalisis angka-angka di balik game Flappy Bird sebelum permainan ini dihapus. Dalam database Williams, terdapat 68.000 ulasan yang ditulis oleh pengguna Flappy Bird.

Setelah melihat data dari Williams, tuduhan ulasan palsu yang ditujukan kepada Nguyen tidaklah benar. Ulasan yang ditulis untuk Flappy Bird adalah alami ditulis oleh pengguna.

Harga sebuah kesuksesan

Nguyen mengatakan kepada blog teknologi The Verge, Flappy Bird telah menghasilkan uang 50.000 dollar AS atau sekitar Rp 600 juta per hari dari hasil iklan-iklan yang muncul pada game tersebut.

Sejak adanya pernyataan itu, akun Twitter Nguyen makin sering diusik oleh pengguna, pengembang, hingga pengamat. Mulanya ia menanggapi pertanyaan dengan kata-kata diplomatis dan humoris. Namun, lambat laun, Nguyen merasa hidupnya yang sederhana terganggu.

Nguyen mengatakan, ia menerima kicauan yang bernuansa kebencian, ancaman kematian, hingga pelecehan yang berulang kali terjadi.
AFP
Dong Nguyen, pencipta game Flappy Bird di kedai kopi di Hanoi, 5 Februari 2014.
Dalam kondisi seperti ini, Nguyen masih mengerjakan pembaruan untuk Flappy Bird. Ia mengajukan pembaruan Flappy Bird kepada Apple pada 3 Februari, lalu disetujui pada 8 Februari. Pembaruan gratis ini membuat Flappy Bird menjadi lebih mudah.
Ada pengguna yang tidak puas dengan langkah Nguyen. Pengguna dengan akun Twitter @bigperrydog menyayangkan formula baru yang digunakan Nguyen lantaran membuat gameitu jadi lebih mudah. Pengguna tersebut mengaku lebih suka versi lama, dan menjelek-jelekkan versi baru.

Pada 7 Februari 2014, ia merasa lelah dengan popularitas Flappy Bird. Dia tidak bisa mengendalikan game itu seorang diri dan menjawab sentimen negatif yang terus-menerus datang kepadanya.

Setelah mulanya menjanjikan akan menghadirkan Flappy Bird di platform Windows Phone, Nguyen akhirnya menyerah karena tidak bisa memenuhi janji. Ia berencana mencabut Flappy Bird dari App Store dan Play Store.

Kematian

Beberapa jam setelah Nguyen merilis pembaruan Flappy Bird, tampaknya ia mulai membenci game tersebut. Kebencian Nguyen pada Flappy Bird terlihat pada 8 Februari 2014. "Saya bisa mengatakan, Flappy Bird adalah keberhasilan saya. Tetapi, ia juga meruntuhkan kehidupan sederhana saya. Jadi, sekarang saya membencinya," tulis Nguyen di akun Twitter-nya.

Sekitar pukul 02.00 pagi waktu Hanoi, tanggal 9 Februari, Nguyen membuat pengumuman yang sangat mencengangkan. Ia akan mencabut Flappy Bird dari toko aplikasi App Store dan Play Store dalam waktu 22 jam ke depan.
Para pengguna, pengembang, dan pengamat menilai pernyataan Nguyen hanya akal-akalan agar mendapat publisitas yang lebih heboh. Namun, ternyata tidak, Nguyen benar-benar mencabut Flappy Bird dari peredaran.

Tanggal 10 Februari 2014, pada pagi hari, Flappy Bird sudah tidak bisa dicari ataupun diunduh dari App Store dan Play Store. Akun Twitter Nguyen kembali diserang beragam pertanyaan. Dia tetap diam, enggan menanggapi pertanyaan.

Beragam spekulasi pun muncul. Flappy Bird disebut berpotensi terjerat masalah hukum.Forbes mencatat Flappy Bird memiliki beberapa kesamaan visual dengan Super Mario Bros buatan Nintendo.

Kesamaan yang dimaksud, misalnya, bentuk pipa hijau yang sangat mirip dengan benda serupa di Mario, juga desain karakter burung serupa ikan terbang bernama "cheep-cheep" yang muncul di seri ketiga game buatan Nintendo tersebut. Latar belakang dan gaya grafis ala konsol game 8-bit jadul seakan melengkapi kemiripan yang ada.

Bahkan, suara yang muncul ketika burung melewati celah pipa juga mirip dengan suara ketika tokoh Mario mendapatkan koin.

Selain itu, Flappy Bird kerap dikaitkan meniru game berjudul "Piou Piou" yang dirilis pada 2011 karena memiliki konsep serupa dari sisi cara memainkan, karakter si burung, serta blok hijau yang menjadi rintangan.
Perbandingan game Piou Piou dengan Flappy Bird
Nguyen berpendapat, potensi masalah hukum bukanlah penyebab ditariknya Flappy Birddari peredaran. Ketika ditanya soal dugaan pelanggaran hak cipta, Nguyen memberi jawaban lewat Twitter yang mengundang rasa penasaran. "Ah, saya tak mencuri sesuatu apa pun secara langsung. Melakukan itu adalah sebuah seni tersendiri," ujarnya singkat.

Melalui sebuah wawancara dengan Forbes, akhirnya Nguyen mengutarakan alasan pencabutan Flappy Bird.

Nguyen beralasan bahwa sebenarnya game ini dibuat untuk kegiatan bersantai para pemainnya. Nguyen tidak bermaksud membuat Flappy Bird menjadi permainan yang adiktif. Nah, pada saat tujuannya melenceng, Nguyen memutuskan untuk menarik Flappy Bird.

"Flappy Bird didesain untuk dimainkan selama beberapa menit pada saat Anda sedang berelaksasi. Namun, game ini akhirnya menjadi produk adiktif. Saya rasa hal tersebut telah menjadi masalah. Untuk menyelesaikan masalah itu, hal terbaik adalah menarik Flappy Bird.Game ini telah hilang selamanya."

Pemuda asal Vietnam itu juga menjelaskan bahwa rasa bersalah membuat banyak pengguna ketagihan pada game tersebut, membuatnya mantap mengambil keputusan. Popularitas game ini juga merusak "hidupnya yang sederhana".

"Saya tidak merasa ini (keputusan penarikan) sebagai suatu kesalahan. Saya telah memikirkannya matang-matang," ungkap Nguyen.

Nguyen mengatakan bahwa ia tidak menjual Flappy Bird, tetapi ia akan terus membuatgame.

Setelah itu, bermunculanlah game serupa Flappy Bird di App Store dan Play Store yang besar kemungkinan mereka semua akan gagal.

Flappy Bird adalah contoh sempurna popularitas yang diraih dengan cara alami. Berkat pemberitaan di media sosial dan media massa, pembicaraan dari mulut ke mulut, Flappy Bird telah menjadi fenomena global: diunduh setidaknya sebanyak 50 juta kali, dan di Twitter, terdapat setidaknya 16 juta pembicaraan mengenai Flappy Bird.



Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2014/02/13/1830492/Kronologi.Flappy.Bird.dari.Kelahiran.hingga.Kematian

ABOUT FLAPPY BIRD

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Minggu, 30 Maret 2014
With 0komentar

SEJARAH PERKEMBANGAN GAME MOBILE

|
Baca selengkapnya >>


Awal tahun 1997 (Nokia 6110)

Mungkin sedikit sulit menentukan sejarah dari mobile game di dunia, coba kita telusuri dari awal tahun 1980-an. Tapi menurut saya sebenarnya game mobile itu sendiri baru memulai langkahnya saat Nokia meluncurkan Snake, pada tahun 1997 silam untuk Nokia 6110. Namun game Snake sendiri sebelumnya memang sudah eksis sejak akhir tahun 1970-an melalui arcade. Game ular ini sangatlah sukses di jamannya waktu itu (dicatat menurut unit ponsel yang terjual) hingga 400 juta kopi. Tentu prestasi yang mengesankan untuk sebuah game yang mengawali debutnya sebatas dengan beberapa kotak persegi yang bergerak di atas background berwarna hijau.



Tahun 2001 (Nokia NGage )

Diawal tahun 2001-an Nokia NGage QD, usaha pabrikan ponsel Nokia mulai merambah dan meramaikan industri game. Ini merupakan ponsel sekaligus piranti game yang lengkap dengan fitur-fitur multimedia dan interkonektivitas, seperti Bluetooth. Pada saat itu game di handphone seringkali dianggap sebagai pengisi waktu luang saja, dan bukan merupakan hiburan utama. Hal inilah yang dulu membuat N-Gage beberapa waktu yang silam kurang sukses sebagai sarana gaming. Dan karena itu juga , N-Gage yang mengandalkan game berbasis symbian terbukti kurang mampu menarik perhatian para developer game untuk merilis game-game bermutu.



Game mobile java (J2ME)

Seiring waktu, perkembangan game handphone justru menunjukkan bahwa makin banyak game berbasis java (J2ME) yang dirilis ke pasaran, sementara itu judul-judul game berbasis symbian terlihat hanya segelintir saja. Ini dikarenakan sifat bahasa pemrograman java yang cross-platform, yang artinya bisa dijalankan di berbagai macam tipe handphone, entah yang menggunakan operating system maupun tidak. Sedangkan game berbasis symbian hanya bisa dijalankan pada handphone yang menggunakan operating system symbian saja.
Hal inilah yang membuat developer game lebih tertarik merilis game berbasis java.
Gameloft, Digital Chocolate, Glu, dan FishLabs merupakan developer game handphone ternama yang kerap merilis game Java bermutu.



Game di OS (Android Smart Phone, iOS, BlackBerry OS, dll)

Yang akan kita bahas yaitu Android. Android merupakan salah satu sistem operasi yang mendukung program aplikasi game pada mobile. Sistem operasi android memang semakin terkenal dan bahkan menjadi sistem operasi handphone yang menarik bagi masyarakat. Contoh Handphone dengan sistem operasi Android adalah Motorola Milestone, Sony Ericsson xPeria X10, Samsung Galaxy S, LG Optimus, sampai Samsung Galaxy S Mini!
Salah satu daya tarik dari Android adalah banyaknya dukungan dan game terbaru yang tersedia untuk Android. Game-game terbaru seperti Angry Birds Rio ataupun Angry Birds Season sampai Need For Speed, Real Football 2011 ataupun PES 2011 tersedia secara gratis untuk Android. Dan tentunya android tidak terpaku oleh satu jenis pabrikan handpone seperti windows phone, iOS, dll.




Sumber: http://galiheko.blog.ugm.ac.id/2013/10/03/sejarah-perkembangan-mobile-game/

SEJARAH PERKEMBANGAN GAME MOBILE

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲