Newest Post

CONTOH PROPOSAL PROYEK TI

| Senin, 19 Januari 2015
Baca selengkapnya >>
Proposal adalah hal yang sangat penting dalam mengajukan kegiatan resmi, apalagi yang menyangkut instansi resmi. Dalam artikel ini dibuat contoh proposal pengajuan proyek dalam bidang teknik informatika yaitu untuk membuat perangkat lunak dengan tujuan tertentu.
Adapun nama perusahaan dan jabatan dalam artikel ini adalah rekayasa semata, sedangkan nama-nama yang tercantum adalah anggota kelompok yang bertugas untuk tugas pembuatan contoh proposal ini, adapun anggotanya adalah :

Enrico Didi Fransman (52411444)
Jodhi Satrio (53411833)
Juliandi Kasugara Gestanodika (53411879)
Mutia Purnamasari (55411048)
Raden Mochamad Ryansyah (58411440)
Wahyu Mella Harita (57411331)
Yohanes Frans Budiman (57411551)
Vikarnda Affandi (57411280)



PT. Cross Nation
Jl. Raya Kalimalang – Bekasi Barat
Jawa barat
 1
1.1 Latar Belakang

       Perusahaan pembiayaan dalam pembiayaan kendaraan bermotor yang pembayarannya secara angsuran oleh konsumen, melakukan pengikatan atas kendaraan itu sebagai jaminan fidusia. UU No. 42 Tahun 1999 tentang Undang-Undang Jaminan Fidusia (UUJF) mewajibkan jaminan fidusia dengan akta notaris dan didaftarkan pada lembaga pendaftaran fidusia untuk memperoleh sertifikat jaminan fidusia. Akan tetapi perusahaan pembiayaan melakukan pengikatan jaminan fidusia tidak dengan akta notaris dan tidak didaftarkan, sehingga pengikatan itu adalah     pengikatan jaminan fidusia secara di bawah tangan. Akibatnya perusahaan pembiayaan mendapat kendala apabila debitur tidak sanggup lagi membayar angsuran sesuai yang dijanjikan (wanprestasi),yang seharusnya dapat melakukan eksekusi atas jaminan itu sebagai kreditur yang didahulukan.
Atas dasar kepastian hukum bagi perusahaan pembiayaan dan konsumen sehubungan dengan pelaksanaan transaksi fidusia, maka pada tanggal 7 Agustus 2012   terbit Peraturan Menteri Keuangan No.130/PMK.010/2012 mengenai pendaftaran jaminan fidusia bagi perusahaan pembiayaan yang melakukan pembiayaan konsumen untuk kendaraan bermotor dengan pembebanan jaminan fidusia. Dengan keluarnya peraturan ini, maka seluruh perusahaan pembiayaan harus mendaftarkan fidusia untuk setiap transaksi pembiayaannya. Dalam peraturan ini disebutkan bahwa perusahaan pembia-yaan wajib mendaftarkan jaminan fidusia pada kantor pendaftaran fidusia paling lama 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak tanggal perjanjian pembiayaan konsumen. Pada kenyataannya, dikarenakan menumpuknya berkas maka waktu proses pembuatan akta fidusia menjadi lama. Oleh karena itu diperlukan sebuah aplikasi yang dapat mempercepat proses pembuatan akta fidusia. Dari latar belakang ini maka perlu dibuat aplikasi yang dapat memudahkan pembuatan akta fidusia, sehingga transaksi pembiayaan dapat terjadi dengan cepat dan menguntungkan antara kedua belah pihak perusahaan dan konsumen.

1.2 Tujuan Proyek

     1.  Mempercepat proses pembuatan akta fidusia motor
     2.  Meningkatkan kinerja notaris dan perusahaan pembiayaan
     3.  Membantu pemerintah dalam meningkatkan akan ketaatan dan keteraturan hukum
1.3 Ruang Lingkup
  1. Aplikasi ini dapat mengkonversi data dari form ke dalam bentuk dokumen dan membantu mencegah terlewatnya data untuk dimasukkan ke dalam dokumen akta
  2. Aplikasi juga dapat melakukan konversi untuk nama hari dan bulan berdasarkan data tanggal serta membentuk kalimat terbilang untuk tanggal, waktu, dan harga.

2
2.1 Nama Perangkat Lunak
            “Fidusia Assistant”

2.2 Metodologi Pengerjaan
  1. Analisa Permasalahan : Analisa dilakukan untuk mendapatkan pokok permasalahan yang ingin dipecahkan berdasarkan pembahasan mengenai akta fidusia khususnya untuk kendaraan bermotor.
  2. Perencanaan Aplikasi : Perencanaan dari aplikasi dilakukan dimulai dari penentuan jenis aplikasi, software pembantu dalam membuat aplikasi, penentuan output atau hasil dari aplikasi, dan software yang mendukung pengolahan hasil dari aplikasi yang berjenis dokumen.
  3. Implementasi : Implementasi dilakukan setelah rancangan program telah terbentuk. Pada tahap ini akan dijelaskan langkah-langkah pembuatan aplikasi secara spesifik yaitu dalam hal pemrograman dan penjelasan logika dari program itu sendiri.
  4. Uji Coba Aplikasi : Setelah aplikasi selesai dibuat, perlu dilakukan sebuah uji coba untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kesalahan yang tak terduga saat perancangan aplikasi. Proses uji coba dilakukan pada aplikasi yang telah selesai mendapatkan implementasi script program.
  5. Pengaplikasian dan perawatan : Setelah kami selesai melakukan uji coba dalam lingkungan kami, maka akan dilakukan uji coba lapangan dengan mengaplikasikan program ke dalam lingkup perusahaan.
2.3 Rincian Sistem

     Untuk menjelaskan apa yang akan dilakukan secara lebih detail maka direpresentasikan dengan menggunakan sequence diagram, yang menjelaskan secara  detail apa yang dilakan program dalam membuat akta fidusia nantinya.
4
Tahapan yang berlangsung antara pengguna dengan aplikasi ini dan juga antara aplikasi dengan Microsoft Word sebagai pendukung dalam mendapatkan output hasil proses aplikasi. Pertama pengguna akan membuka aplikasi dan aplikasi merespon dengan menampilkan form kepada pengguna. Selanjutnya pengguna dapat mengisi data ke dalam form dan kemudian melakukan pengecekan kelengkapan data yang telah diisi dengan menggunakan tombol cek data pada form. Ketika tombol cek data diklik, program akan melakukan proses pengecekan kelengkapandata.Jika ternyata data tidak lengkap, akan tampil peringatan kepada pengguna dabsaat data dinyatakan lengkap, tombol proses akan diaktifkan sehingga memungkinkan untuk diklik oleh pengguna. Tahap selanjutnya adalah pengguna dapat menekan tombol proses yang telah aktif. Ketika tombol proses ditekan, program akan memanggil Microsoft Word untuk persiapan menghasilkan output bagi pengguna. Selanjutnya program akan memerintahkan Microsoft Word untuk membuka template akta. Saat template telah terbuka, program memerintahkan Microsoft Word untuk melakukan proses replace antara keyword dalam template dengan data yang terdapat pada form. Program akan memerintahkan Microsoft Word untuk melakukan proses penyimpanan dokumen yang telah mengalami perubahan-perubahan tadi.Tahap akhir adalah Microsoft Word menampilkan hasil pemrosesan yang telah dilakukan oleh aplikasi kepada pengguna.

2.4 Teknologi yang Digunakan

Untuk membangun aplikasi ini kami menggunakan perangkat keras dengan rincian sebagai berikut :
  1. Sony Vaio vpacaa15fg
  2. Processor Intel(R) Core(TM) i5-2410M
  3. CPU @ 2,30GHz 2,3 GHz
  4. Kapasitas RAM 4GB
  5. Harddisk 512 GB
  6. VGA Card ATI Radeon 1GB
Sedangkan untuk perangkat lunak yang kami gunakan adalah :
  1. Visual Studio 2012
  2. Microsoft Word 2010
  3. Windows 7
2.5 Susunan Kepanitiaan
5
2.6 Rincian Biaya

Adapun untuk pembiayaan terdiri dari dua macam kebutuhan perangkat lunak dan kebutuhan kepegawaian :

1. Kebutuhan Perangkat Lunak
6
2. Kebutuhan Kepegawaian
7

3
             Demikian proposal pembuatan perangkat lunak ”Fidusia Assistant” ini kami buat dan ajukan kepada perusahaan anda. Mengingat betapa pentingnya fidusia bagi kelangsungan transaksi pembelian kendaraan terutama motor dengan sistem angsuran, maka perlu adanya perangkat lain yang dapat menunjang kebutuhan yang mendesak dan sangat penting ini. Zaman sekarang semua hal harus dilakukan dengan cepat, tidak terkecuali pembelian kendaraan dengan cara mengangsur. Karena itu perusahaan kami menjamin dengan adanya perangkat lunak ini dapat mempermudah pengerjaan akta fidusia, sehingga perusahaan pembiayaan dan notaris dapat bekerja dengan lebih efisien melayani masyarakat.
Terima kasih atas perhatiannya, kami harapkan tanggapan dan kerja samanya.


Sumber :

Frans,Yohanes. 2014. Pembuatan Aplikasi Akta Fidusia Motor Menggunakan Visual Studio Express 2012. Bekasi (Penulisan Ilmiah)

CONTOH PROPOSAL PROYEK TI

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Senin, 19 Januari 2015
With 0komentar

ASPEK PEMASARAN : ANALISIS SITUASI PASAR

| Minggu, 28 Desember 2014
Baca selengkapnya >>
MAKALAH PENGANTAR BISNIS INFORMATIKA
TUGAS 2: MATERI ASPEK PEMASARAN
SUB POKOK ANALISIS SITUASI PASAR
(Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengantar Bisnis Informatika)



Disusun Oleh:
Raden Mochamad Ryansyah (58411440)
Yohanes Frans Budiman (57411551)



Anggota Kelompok 3 (Materi Aspek Pemasaran):
Enrico Didi Fransman (52411444)
Jodhi Satrio (53411833)
Juliandi Kasugara Gestanodika (53411879)
Mutia Purnamasari (55411048)
Raden Mochamad Ryansyah (58411440)
Wahyu Mella Harita (57411331)
Vikarnda Affandi (57411280)
Yohanes Frans Budiman (57411551)




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Perubahan kebutuhan pembeli, kekuatan sosial ekonomi, teknologi baru, kekuatan sosial ekonomi, dan kegiatan persaingan dapat menyebabkan perubahan pada Pasar. Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan peluang dan ancaman baru bagi perusahaan untuk melayani pasar.

1.2  Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah menjelaskan mengenai analisis sutuasi pasar.

1.3  Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah yaitu :
1.    Untuk mengetahui dasar penilaian situasi
2.    Untuk mengetahui metode analisis situasi pasar



BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Analisis Situasi Pasar
Analisa situasi pasar persaingan adalah langkah pertama dalam merancang strategi baru atau mengkaji strategi yang sudah ada (Carvens, 2000). Analisa situasi ini dilakukan setelah strategi diimplikasikan untuk menentukan perubahan strategi yang diperlukan.

2.2  Dasar Penilaian Situasi
a.      Analisa Pasar
Pasar hendaknya ditentukan agar konsumen dan pesaing dapat dianalisis secara tepat. Menurut Kotler (2000), syarat adanya pasar adalah harus terdapat orang-orang dengan kebutuhan dan keinginan tertentu dan satu atau lebih produk yang dapat memuaskan kebutuhan ini. Selain itu, para pembeli juga mau dan mampu membeli produk yang memuaskan kebutuhan keinginan mereka.
Pasar produk merupakan produk khusus yang dapat memuaskan sejumlah kebutuhan dan keinginan manusia yang mau dan mampu membelinya (Cravens, 2000). Istilah produk menunjukkan produk fisik atau jasa pelayanan. Defenisi ini memadukan manusia atau organisasi dengan kebutuhan dan keinginan yang hampir sama terhadap suatu kategori produk yang dapat memuaskan keinginan tersebut.
b.      Analisa Persaingan
Persaingan antar merk dapat terjadi pada semua struktur pasar produk. Biasanya perusahaan tidak bersaing langsung dengan semua perusahaan dalam industri. Karenanya harus dilakukan identifikasi perusahaan mana yang merupakan pesaing utama.
Pengevaluasian strategi, kekuatan, kelemahan dan rencana para pesaing juga merupakan aspek kunci analisa situasi. Evaluasi ini penting untuk identifikasi pesaing yang sudah ada dan potensial. Hanya beberapa perusahaan dalam industrinya yang menyimpulkan para pesaing utama. Cravens (2000) menyatakan bahwa analisa pesaing meliputi pendefenisian arena persaingan, penganalisisan group strategis, pengambaran dan pengevaluasian tiap pesaing utama. Analisis tersebut harus menunjukan kekuatan dan kelemahan pesaing.

2.3  Metode Analisis Situasi Pasar
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threat). Perencanaan strategis harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan analisis situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah Analisis SWOT (Rangkuti, 2005:19).
*   Kekuatan (Strenghts) adalah situasi internal organisasi yang berupa kompetensi/kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki organisasi, yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk menangani peluang dan ancaman.
*   Kelemahan (Weakness) adalah situasi internal organisasi dimana kopetensi/kapabilitas/sumberdaya organisasi sulit digunakan untuk menangani kesempatan dan ancaman.
*   Peluang (Opportunity) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menguntungkan.
*   Ancaman (Threat) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menimbulkan kesulitan.

Berdasarkan SWOT, dapat dibentuk 4 strategi yaitu :
1.      Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

2.      Strategi ST
Strategi ini adalah strategi yang digunakan oleh perusahan untuk mengatasi ancaman dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki

3.      Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada

4.      Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensive dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman Analisis SWOT adalah penilaian terhadap hasil identifikasi situasi, untuk menentukan apakah suatu kondisi dikategorikan sebagai kekuatan, kelemahan, peluang atau ancaman (Tripomo, 2005:118).

a.      Analisa Lingkungan Eksternal
Analisa lingkungan eksternal berguna untuk merumuskan strategi memanfaatkan peluang yang ada dan meminimumkan ancaman potensial yang akan dihadapi suatu perusahaan. David (2000) membagi kekuatan eksternal kedalam lima kategori yaitu kesadaran ekonomi, kekuatan sosial (termasuk didalamnya budaya, demografi dan lingkungan), kekuatan politik, kekuatan teknologi dan kekuatan pesaing.
Salah satu bentuk penelusuran lingkungan eksternal, dapat dilakukan dengan menggunakan matriks EFAS (Exsternal Factors Strategic Analisys Summary). Menurut David (1997), matriks EFAS digunakan untuk mengevaluasi faktor-faktor eksternal. Data eksternal dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal yang menyangkut persoalan ekonomi , sosial , budaya, demografi, lingkungan, politik, peraturan pemerintah, hukum, teknologi, persaingan di pasar industri dimana perusahaan berada.

b.      Analisa Lingkungan Internal
Analisa terhadap lingkungan internal dapat menjadi landasan bagi perusahaan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan (Hunger dan Wheelen, 2000). Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap strategi yang dijalankan perusahaan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Pearce dan Robinson (1997) bahwa analisa internal adalah pengertian mengenai pemikiran pencocokan kekuatan dan kelemahan internal perusahaan dengan peluang dan ancaman yang ada di lingkungan. Dalam penyusunan analisa lingkungan internal yag menyangkut kekuatan dan kelemahan organisasi, dapat ditempuh dengan mempergunakan matriks analisa lingkungan internal IFAS (Internal Factors Analisys Summary) untuk mengidentifikasi faktor strategi internal. Matriks IFAS digunakan untuk mengetahui faktor-faktor internal perusahaan berkaitan dengan kekuatan dan kelemahan, data yang dapat digali dari beberapa fungsional perusahaan misalnya aspek manajemen, keuangan, SDM, pemasaran, sistem informasi, dan produksi (David, 1997).



BAB 3
KESIMPULAN

        Terdapat banyak aspek yang harus diperhatikan dalam pemasaran produk seperti perubahan kebutuhan pembeli, kekuatan sosial ekonomi, teknologi baru, kekuatan sosial ekonomi, dan kegiatan persaingan. Oleh sebab itu perlu dipahami cara untuk mengetahui dasar penilaian situasi dan mengetahui metode analisis situasi pasar.

ASPEK PEMASARAN : ANALISIS SITUASI PASAR

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Minggu, 28 Desember 2014
With 0komentar

TES AKHIR V-CLASS JARKOMLAN

| Minggu, 30 November 2014
Baca selengkapnya >>
1. Service yang cara kerjanya mirip dengan mengirim surat adalah :
    a. Connection Oriented*          c. Semua jawaban benar
    b. Connectionless Oriented         d. Semua jawaban salah

2. Nama lain untuk Statistical Time Division Multiplexing (TDM) adalah :
    a. Non-Intelligent TDM       c. Asynchromous TDM*
    b. Synchronous TDM          d. Semua jawaban benar

3. Hubungan laju transmisi data dengan lebar pita saluran transmisi adalah :
    a. Laju transmisi naik jika lebar pita berkuran.
    b. Laju transmisi naik jika lebar pita bertambah.
    c. Laju transmisi tidak bergantung pada lebar pita.
    d. Semua jawaban salah*

4. Teknik encoding Bipolar-AMI dan Pseudoternary termasuk dalam teknik :
    a. Multilevel Binary*      c. Biphase
    b. NRZ                              d. Manchester

5. Jika dua frame ditransmisikan secara serentak maka akan menyebabkan terjadinya   tubruklan. Kejadian ini dalam jaringan dikenal dengan istilah :
    a. Contention       c. Crash
    b. Collision*       d. Jabber 

6. Salah satu protocol CSMA yang tidak terus menerus mendengarkan channel adalah :
    a. 1-persistent     c. Nonpersistent*
    b. p-persistent     d. CSMA/CD

7. Salah satu protocol yang bebas dari tubrukan adalah :
    a. Bit-Map*    c. Carrier Sense
    b. CSMA         d. ALOHA

8. Selective Repeater merupakan istilah lain dari :
    a. Router        c. Gateway
    b. Bridge*     d. Repeater

9. Dalam pemeliharaan ring logis 802.4, frame kontrol yang bertugas untuk mengijinkan suatu stasiun untuk meninggalkan ring adalah :
    a. Claim_token     c. Token
   b. Who_follows    d. Set_Successor*

10. Algoritma yang digunakan untuk menghindari kemacetan adalah :
      a. Broadcast Routing       c. Optimal Routing
      b. Flow Control*            d. Flooding Routing

11. Algoritma routing yang menggunakan informasi yang dikumpulkan dari subnet secara keseluruhan agar keputusannya optimal adalah :
    a. Algoritma Global          c. Algoritma Terisolasi
    b. Algoritma Lokal           d. Algoritma Terdistribusi*

12. Keuntungan multiplexing adalah :
      a. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk satu terminal
      b. Komputer host hanya memerlukan satu I/O port untuk banyak terminal*
      c. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk banyak terminal
      d. Komputer host memerlukan banyak I/O port untuk satu terminal

13. Jenis kabel UTP digunakan untuk jaringan Ethernet :
      a. 10Base2       c. 10BaseT
      b. 10Base5       d. Semua jawaban benar*

14. Suatu algoritma routing yang tidak mendasarkan keputusan routingnya pada kondisi topologi dan lalulintas saat itu adalah :
      a. Non adaptive*     c. RCC
      b. Adaptive               d. Hot potato

15. Data/message yang belum dienkripsi disebut dengan :
      a. Plaintext*       c. Auntext
      b. Ciphertext       d. Choke Packet

16. Algoritma Kontrol Kemacetan yang menjaga jumlah paket tetap konstan dengan menggunakan permits yang bersirkulasi dalam subnet adalah :
     a. Kontrol Arus                   c. Pra Alokasi Buffer
     b. Kontrol Isarithmic*     d. Choke Packet

17. Sekumpulan aturan yang menentukan operasi unit-unit fungsional untuk mencapai komunikasi antar dua entitas yang berbeda adalah :
      a. Sintaks        c. Protokol*
      b. Timing        d. Routing

18. Algoritma yang digunakan oleh transparent bridge adalah :
      a. RCC                                   c. Flooding
      b. Backward Learning*        d. Shortest path

19. Dalam model OSI internetworking membagi lapisan network menjadi beberapa bagian, kecuali
      a. Intranet sublayer*      c. Internet sublayer
      b. Access sublayer            d. Enhanchement sublayer

20. Teknik time domain reflectometry digunakan pada standard IEEE:
      a. 802.2           c. 802.4
      b. 802.3*        d. 802.5

21. Suatu cara yang mempunyai kemampuan untuk menyedian privacy, authenticity, integrity dan pengamanan data adalah :
      a. Enkripsi*         c. Deskripsi
      b. Antisipasi          d. Semua jawaban salah

22. Tujuan adanya jaringan komputer adalah…..
      a. Resource sharing         c. High reability
      b. Penghematan biaya     d. Semua jawaban benar*

23. Mengontrol suapaya tidak terjadi deadlock merupakan fungsi dari lapisan :
     a. Network Layer*       c. Data link Layer
     b. Session Layer             d. Application Layer

24. Frame yang terjadi apabila suatu stasiun mentransmisikan frame pendek kejalur ring yang panjang dan bertubrukan atau dimatikan sebelum frame tersebut dikeluarkan. Frame ini disebut dengan istilah :
      a. Orphan             c. Pure
      b. Beacon*          d. Semua jawaban salah

25. Wire center digunakan pada standar :
      a. 802.2        c. 802.4
      b. 802.3        d. 802.5*

26. Komponen dasar model komunikasi adalah :
      a. Sumber        c. Media
      b. Tujuan         d. Semua benar*

27. Di bawah ini termasuk Broadcast network :
      a. Circuit Switching        c. Satelit*
      b. Paket Switching         d. Semi Paket Switching

28. Paket radio termasuk golongan :
      a. Broadcast*       c. Publik
      b. Switched            d. Semua benar

29. Di bawah ini termasuk guided media :
      a. UTP             c. Fiber Optik
      b. Coaxial        d. Semua benar*


30. Modul transmisi yang sifatnya searah adalah :
      a. Pager                c. TV
      b. Simpleks*       d. Semua benar

TES AKHIR V-CLASS JARKOMLAN

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Minggu, 30 November 2014
With 0komentar

TES AKHIR - VLSM (VARIABLE LENGTH SUBNET MASK)

| Jumat, 28 November 2014
Baca selengkapnya >>
Latihan Subnetting, VLSM


Network address : 200.200.200.0/16
Ada 5 network yang dibuat yaitu :


Jaringan yang dibuat menggunakan 3 Router yaitu Router0, Router1 dan router2. Dihubungkan masing-masing dengan menggunakan connection DCE (clock rate 9600).

Tentukan Subnetting IP ini menggunakan metode VLSM :




TES AKHIR - VLSM (VARIABLE LENGTH SUBNET MASK)

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :Jumat, 28 November 2014
With 0komentar

TES AWAL - VLSM (VARIABLE LENGTH SUBNET MASK)

|
Baca selengkapnya >>
Diketahui:
  • Sebuah gedung 5 lantai
  • IP Lokal 200.0.1.0/24
  • IP Lokal 200.0.2.0/24
  • Kebutuhan perlantai:
              - 11 PC untuk Account Staff
              - 3 PC untuk ruang Server
              - 7 PC untuk IT Staff
              - 28 PC untuk Operational Staff
              - 30 PC untuk CS Staff

1. Rancanglah Network Skemanya
2. Subnet sesuai kebutuhan. Tuliskan subnet dalam tabel.

JAWAB

1. Skema Jaringan

2. Subnet sesuai kebutuhan

a). IP : 200.0.1.0/24
     Tersedia alamat IP : 254
     Jumlah alamat IP yang dibutuhkan : 3
     Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan : 6


b). IP : 200.0.2.0/24
     Tersedia alamat IP dalam jaringan utama: 254
     Jumlah alamat IP yang dibutuhkan: 76
     Tersedia alamat IP dalam subnet dialokasikan: 88




TES AWAL - VLSM (VARIABLE LENGTH SUBNET MASK)

Posted by : Mochamad Ryansyah
Date :
With 0komentar
Next → ← Prev
▲Top▲